
Di era milennial semua orang dapat melakukan segalanya dengan mudah karena kaum milennial yang sangat terbuka pada perkebangan internet dan hal-hal yang menggunakan teknologi berupa digital baik mencari hal-hal berbau sosial,lingkungan,dan perkembangan teknologi dan informasi
Kaum millenial yang senang melakukan traveling pun terbantu dengan adanya perkembangan teknologi digital baik mencari preview tentang suatu tempat wisata,makanan khasnya,akomodasi,transportasi dan lain-lain
Dengan adanya teknologi digital para pekerja pariwisata pun sangat terbantu karena dapat memasarkan hotel,akomodasi,dan lain sebagainya dengan sangat mudah lewat berbagai aplikasi jejaring internet dengan begitu konsumen dan produsen pun akan sangat terbantu dengan berbagai hal yang sangat memudahkan
Era digital sangat banyak membantu pada berbagai bidang terutama bidang pariwisata dengan mudahya mencari hotel, tiket pesawat, kereta, dan tranportasi lainya sehingga memudahkan para wisatawan lebih berminat untuk melakukan traveling ke destinasi wisata tujuannya
Negara pun dapat dengan mudah mempromosikan wisata unggulan negaranya dengan adanya fasilitas era digital dengan begitu wisatawan akan sangat tertarik dengan berbagai objek wisata yang ada pada setiap objek wisata yang ditawarkan
Era digital sangat membawa perkembangan pesat bagi kemajuan bidang pariwisata sehingga bidang pariwisata akan sangat bersaing memberikan keunggulan dan fasilitas terbaik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara
Di era digital dan media sosial ini, travelling dapat dijadikan ajang untuk memperlihatkan eksistensi diri. Terutama di Instagram dengan feeds yang diatur sedemikian rupa sehingga terlihat menarik.
Tetapi, tahukah kamu bahwa generasi millennials berkontribusi besar untuk pariwisata Indonesia?
Menurut Judi Rifajantoro, Staf Khusus Kementrian Pariwisata, millennials dan kebiasannya dalam bermedia sosial sangat membantu dalam pertumbuhan pariwisata RI.
“Disebutnya esteem economy. Orang yang ingin menunjukan eksistensinya. Itu kan seperti millenials begitu ya. Dengan selfie, dengan apa, nah itu kami sangat yakin kontribusi dari pertumbuhan pariwisata ini dipengaruhi oleh generasi milennials ini
Pada 2030, Asia akan menja di rumah bagi 57% penduduk usia 15- 38 atau yang populer dengan sebutan generasi Y atau generasi milenial. Di China, kaum milenialis akan mencapai 333 juta, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia 82 juta.
Meskipun saat ini banyak agen perjalanan yang bisa diakses melalui aplikasi di smartphone. Namun, para millennial traveler selalu mempercayakan rencana perjalanan ke teman mereka, selebihnya dari ulasan/ rekomendasi dari blog, website atau media sosial.
Banyak dari generasi millennial traveler memutuskan untuk SKSD (sok kenal sok dekat) dengan beberapa teman lama untuk menemukan penginapan terbaik dan termurah. Bahkan, setelah bertanya, kadang mereka mendapatkan tempat menginap gratis.
Para millenial traveler identik dengan segala hal yang nekat dan berani. Kebebasan berpendapat dan beraksi yang tercipta setelah terciptanya sistem demokrasi juga menyumbang sifat-sifat nekat para traveler yang lahir pasca tahun 80’an.
Dengan kenekatan ini, para traveler pun selalu melakukan berbagai cara untuk bisa mewujudkan impian jalan-jalan. Bahkan, beberapa traveler sengaja meninggalkan pekerjaan untuk bisa keliling Indonesia.
Terbiasa dengan dunia digital, membuat para millineal traveler menjadi generasi dengan minat baca yang rendah. Para millenial traveler akan lebih suka menikmati beberapa ulasan destinasi wisata atau hotel melalui video dan gambar. Selain lebih entertaining, hal ini membuat para generasi millenial traveler lebih percaya dan ingin datang ke sana.
Di era digital yang salah satunya didorong dari perkembangan teknologi dan layanan industri telekomunikasi yang semakin dinamis dan kompetitif, dipercaya akan turut mendukung para generasi milenial saat ini direpresentasikan dari kalangan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis dan akademisnya untuk bisa bersaing secara profesional dalam persaingan global.
Perkembangan dunia profesional kerja saat ini juga semakin menuntut setiap individu untuk mampu mengelaborasi teknologi, informasi dan skill menjadi senjata yang efektif dalam menghadapi kompetisi global yang semakin ketat. Untuk itu, peran dari institusi pendidikan seperti kampus juga sangat diharapkan untuk menghasilkan insan generasi terdepan yang dapat dihandalkan dan memiliki kredilitas yang terpercaya