Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang wilayahnya terdiri atas satu pulau, yaitu Pulau Bali dan beberapa pulau-pulau kecil di sekitarnya. Di antara pulau kecil tersebut, pulau yang paling besar adalah Nusa Penida yang berada di tenggara Pulau Bali.Luas seluruh wilayah Provinsi Bali adalah 5633 km2.
Bentuk Pulau Bali seperti kipas yang direntangkan, yang di bagian tengahnya terdapat pegunungan yang memanjang dari barat ke timur. Pegunungan ini sekaligus sebagai batas alam antara Bali bagian utara dan Bali bagian selatan. Gunung tertinggi di Bali adalah Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karang Asem. Gunung lainnya, yaitu Gunung Batur.
Kondisi Bali bagian utara memiliki dataran rendah yang sempit. Hal ini berbeda dengan Bali bagian selatan. Dataran rendah di Bali selatan menghampar dari Kabupaten Jembrana di barat sampai Kabupaten Karang Asem di timur.

Di bagian ujung selatan terdapat semenanjung yaitu Benoa. Di Bali terdapatbeberapa sungai, yang sebagian besar mengalir ke arah selatan dengan sungai terpanjangnya, yaitu Sungai Ayung. Sungai-sungai lainnya, yaitu sungai Pangi, Maran, Ho, dan Empas. Selain sungai, di Bali juga terdapat danau yaitu Danau batur, Beratan, Buyan, dan Tamblingan.
Dari segi masyarakatnya, Bali didiami oleh suku bangsa Bali, Suku Bali dapat dibagi dua, yaitu masyarakat Bali Aga dan masyarakat Bali Majapahit. Bali Aga berarti Bali pegunungan mereka biasa juga disebut Bali asli. Bali majapahit mendiami daerah dataran rendah di bagian selatan Pulau Bali. Sebagian besar masyarakat Bali menganut agama Hindu. Agama ini tercermin dalam segala aspek kehidupan.
Masyarakat Hindu Bali memiliki pembagian kasta di dalam masyarakatnyasebagaimana juga masyarakat Hindu di India. Namun dalam kehidupan sehari-haridi Bali, pembagian kasta ini tidak berlaku secara ketat kecuali dalam upacarakeagamaan. Sekitar 90 persen penduduk Hindu Bali termasuk dalam kategorikasta Sudra atau kasta orang biasa.Bahasa Balipun dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Bali pengunungan dan Bali dataran.
Bali memiliki objek wisata yang sangat beragam, baik wisata alam, wisata budaya, dan wisata bahari. Di Bali terdapat sekitar 54 lokasi objek wisata yang tersebar di delapan kabupatennya. Di Kabupaten Buleleng terdapat Pantai Lovina, makam Jayaprana, air panas Banyuwedang, lingkungan Pura Pulaki, pantai Kalibukbuk, pemandian Air Saneh, dan pantai Ponjok Batu. Di Kabupaten Jembrana terdapat pantai Medewi dan pantai Purancak. Di Kabupaten Tabanan terdapat Kebun Raya

4 Bedugul, Danau Bratan, Tanah Lot, airpanas Penatahan, Alas Kedaton, Museum Subak Bali, dan Jati Luih.Di Kabupaten Badung terdapat Pura Ulu-watu, PuraTaman Ayun, Alas Pala Sangeh, Pantai Sanur, Pantai Kuta, Legian, Seminyak, Pantai Suluban, pantai Nusa Dua, Taman Penyu PulauSerangan, Pantai Gangga, Museum Bali, Museum Le Mayeur, Werdi Budaya (Art Centre), Mandala Wisata, Lila Ulangun, Oo-ngan, dan Monumen Padang Galak.Di Kabupaten Klungkung terdapat Goa Lawah dan Taman Gili Kertagosa.
Di Kabupaten Karangasem terdapat Pura Besakih, Bukit Putung, Desa Tenganan, Candi Dasa, Taman Ujung,Tirta Gangga, Puri Maskerdam, Pantai Tulamben, dan Bukit Jambul.Di Kabupaten Gianyar terdapat Istana Tampaksiring, Museum Ratna Warta, Danau Kawi, GunungKawi Sebatu, Taman Kemuda Saraswati, Wanara Wana Ubud, dan Museum Purbakala. Di Kabupaten Bangli terdapat panorama Gunung Batur dan DanauBatur, Desa Trunyan, dan Sasana Budaya.
Kota Denpasar merupakan Ibu Kota Provinsi Bali yang memiliki beberapadaerah tujuan wisata, seperti bangunan kuno dengan arsitektur Bali.kota ini memiliki beberapa museum yang menarik, pusat kesenian dan berbagai pusat perbelanjaan.

Sebagai kota tujuan wisata, wisatawan dapat menikmati dan mempelajari tentang berbagai atraksi budaya yang terdapat di Denpasar mulai dari Puri Pemecutan, Puri Satria dan Kesiman, kemudian menggunjungi Pura tertua dan terbaru di kota ini. Dari segi budaya, keberagaman, dan pesonanya yang akan membawa bali menjadi destinasi paling di cari di asia tenggara bahkan dunia.

Setiap orang di dunia ini pasti ingin mempunyai usaha sendiri baik itu individu maupun kerjasama dengan pihak lain jika saya memiliki kesempatan untuk membangun bisnis saya sendiri saya ingin membuat bisnis dibidang kuliner karena yang pertama saya sangat tertarik dengan industri kuliner yang tak akan pernah berhenti baik itu di masa sekarang maupun di masa yang akan datang alasan kedua saya karena industri kuliner itu sangat menjanjikan jika kita telah memiliki ilmu dan modal yang cukup pasti akan berhasil karena penikmat kuliner akan terus mengecap berbagai rasa
Bisnis kuliner juga adalah bisnis yang sangat menggiurkan bagi penggiat pariwisata jika kita lihat dari perkembangan pariwisata yang sangat meningkat dari tahun ke tahun hal ini tentu saja akan sangat mendorong pertumbuhan usaha kuliner yang beraneka

Di sisi lain bisnis kuliner akan ikut mengembangkan pariwisata dimana bisnis kuliner ikut andil dalam memajukanya seperti seorang traveler berburu street food makanan terkenal suatu negara
Saya merasa daya tarik ini yang akan sangat mendukun bisnis kuliner yang akan saya rintis pengembanganya yang akan saya lakukan pada usaha saya pastinya yang terpenting adalah harus menjaga kualitas makanan dari awal sampai pada ke tangan konsumen,menjaga kualitas rasa,bahan,dan pembuatanya. Konsep yang benar dan tahapan yang di inginkan pelanggan tentu saya akan menjadi pendorong terbesar akan majunya bisnis yang akan saya rintis
Dalam pengembangan bisnis kuliner kita harus tahu benar apa yang diinginkan oleh konsumen memperhatikan keinginan konsumen kita akan dapat mudah memyenangkannya

Indonesia sendiri punya potensi besar menjadi wisata kuliner terkaya di dunia dengan 17% flora dan fauna ada di Indonesia serta 5340 resep makanan. Indonesia dan Ketua Akademi Gastronomi Indonesia mengungkapkan, pendapatan devisa negara yang dihasilkan dari kuliner mencapai 41,9 persen. Selain itu, pengeluaran yang dikeluarkan oleh wisatawan saat berkunjung ke suatu tempat dialokasikan sebanyak 30 persen pada segi kuliner.
Bukan hanya itu, kuliner juga kerap menjadi daya tarik tersendiri untuk mengunjungi suatu tempat. Oleh karenanya, perlu dilakukan pengembangan dan pengelolaan yang baik terhadap kuliner untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
Wisatawan cenderung mencari kuliner yang autentik dan memiliki story telling atau kisah di baliknya. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasme wisatawan untuk mencari kuliner legendaris di tempat yang dikunjungi
Mengingat kuliner sangat beragam, kita harus melakukan beberapa strategi untuk mempromosikannya, seperti menentukan national dish
Dengan begitu kita dapat dengan mudah menarik perhatian pada pecinta makanan


Pariwisata Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0 yang akan mengubah secara mendasar wajah berbagai industri termasuk industri pariwisata.
Hal ini ditandai dengan berubahnya perilaku wisatawan yang sangat digital selain juga semakin dominannya travellers milenial. “Sekitar 70% travellers melakukan ‘search dan share’ melalui platform digital dan lebih dari 50% inbound travellers kita adalah kaum milenial

Go-Digital menjadi salah satu program strategis Kementerian Pariwisata dalam nupaya memenangkan pasar di era industri 4.0 demi mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019. Tourism 4.0 akan menyasar target generasi milenial yang saat ini mencapai 50 persen dari keseluruhan wisatawan inbound ke Indonesia.
“Suka atau tidak suka, sudah terjadi perubahan perilaku pasar yang diikuti pula dengan berubahnya perilaku konsumen (customer behavior). Konsumen kini semakin mobile, personal, dan interaktif dan ini menjadi sifat dari digital yakni semakin digital, semakin personal Saat ini industri dunia telah bergeser ke arah industri digital era 4.0

Salah satu sektor paling terpengaruh revolusi industri keempat ini adalah pariwisata. Kita bisa menyaksikan, iklan destinasi wisata begitu menggiurkan sehingga minat wisatawan meningkat. Malaysia, misalnya, kita kenal sebagai negara dengan promosi pariwisata yang gencar, yang berdampak pada kedatangan turis yang membanjir. Apakah situs wisata kita lebih buruk daripada Malaysia? Dengan penuh percaya diri, sumber wisata alam dan budaya kita jauh lebih kaya. Lalu, mengapa jumlah wisatawan asing yang ke Malaysia jauh lebih banyak?

Menurut perhitungan Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA), kunjungan wisatawan asing ke Indonesia pada 2015 berjumlah 9,1 juta, sedangkan Malaysia 27,7 juta orang dan Thailand 36 juta orang. Pada 2018, Indonesia diperkirakan akan kedatangan 10,7 juta wisatawan asing, sedangkan Malaysia 30,7 juta orang dan Thailand 79,6 juta.
Dalam Laporan Daya Saing Perjalanan dan Wisata 2015 keluaran Forum Ekonomi Dunia, posisi daya saing pariwisata kita memang jauh tertinggal. Jika Thailand berada pada peringkat ke-35 dan Malaysia ke-25, kita masih berada pada posisi ke-50. Padahal, dalam komponen kebijakan yang mendukung pariwisata, Indonesia ada di posisi ke-9, jauh lebih baik dibandingkan dengan Thailand di posisi ke-49 dan Malaysia pada posisi ke-24.
Sayangnya, infrastruktur pendukung pariwisata kita ketinggalan. Indonesia di posisi ke-75, Thailand ke-37, dan Malaysia ke-41. Adapun dalam lingkungan pendukung pariwisata, posisi kita juga tertinggal, pada peringkat ke-80, sedangkan Thailand ke-75 dan Malaysia ke-40.
Dalam hal kekayaan alam, posisi Indonesia di peringkat ke-19, Thailand ke-16, dan Malaysia ke-26. Dalam hal kekayaan kebudayaan, Indonesia di peringkat ke-25, sementara Thailand ke-34 dan Malaysia ke-27.
Dibandingkan dengan Malaysia, kekayaan alam dan budaya kita masih lebih baik. Begitu pula dengan regulasi terkait pariwisata. Apalagi, kebijakan pemerintahan Joko Widodo progresif menarik wisatawan asing, lewat kebijakan pembebasan visa. Sebagai tindak lanjut penerbitan Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2015 tentang Fasilitas Bebas Visa Kunjungan, pada 2016 ada tambahan 84 negara baru bebas visa. Dengan demikian, ada 174 negara yang memiliki fasilitas bebas visa ke Indonesia.
Meski begitu, wisatawan asing tidak serta-merta membanjir mengalahkan Malaysia, apalagi Thailand. Infrastruktur dan lingkungan pendukung yang masih sangat buruk perlu ditingkatkan kapasitasnya. Indonesia yang kaya sumber daya alam dan budaya tak akan terbantu tanpa perbaikan lingkungan fisik.
Dalam hal ini, kebijakan Kawasan Ekonomi Khusus menjadi menarik, melakukan akselerasi pembangunan fisik terfokus pada daerah tertentu. Dengan demikian, kondisi fisik dan lingkungan pendukung terkait pariwisata bisa diperbaiki secara progresif tanpa menunggu pembangunan kawasan lain.
Selain itu, kemajuan digital dan kreativitas yang dimiliki generasi muda kita juga bisa mendukung perkembangan pariwisata. Kawasan Bangka Belitung menarik karena ada narasi mengenai film Laskar Pelangi. Ada banyak potensi pengembangan di kawasan lain yang memerlukan strategi dan pendekatan sistematis dan kreatif.

Konkretnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bisa mengumpulkan kementerian terkait agar upaya peningkatan sektor pariwisata di daerah bisa lebih terarah, baik dari sisi fisik, dukungan digital, maupun kreativitas manusianya. Kita memiliki potensi sangat besar di bidang pariwisata. Saatnya membangkitkan wisata dengan pendekatan revolusi industri keempat.

Di era milennial semua orang dapat melakukan segalanya dengan mudah karena kaum milennial yang sangat terbuka pada perkebangan internet dan hal-hal yang menggunakan teknologi berupa digital baik mencari hal-hal berbau sosial,lingkungan,dan perkembangan teknologi dan informasi
Kaum millenial yang senang melakukan traveling pun terbantu dengan adanya perkembangan teknologi digital baik mencari preview tentang suatu tempat wisata,makanan khasnya,akomodasi,transportasi dan lain-lain
Dengan adanya teknologi digital para pekerja pariwisata pun sangat terbantu karena dapat memasarkan hotel,akomodasi,dan lain sebagainya dengan sangat mudah lewat berbagai aplikasi jejaring internet dengan begitu konsumen dan produsen pun akan sangat terbantu dengan berbagai hal yang sangat memudahkan
Era digital sangat banyak membantu pada berbagai bidang terutama bidang pariwisata dengan mudahya mencari hotel, tiket pesawat, kereta, dan tranportasi lainya sehingga memudahkan para wisatawan lebih berminat untuk melakukan traveling ke destinasi wisata tujuannya
Negara pun dapat dengan mudah mempromosikan wisata unggulan negaranya dengan adanya fasilitas era digital dengan begitu wisatawan akan sangat tertarik dengan berbagai objek wisata yang ada pada setiap objek wisata yang ditawarkan
Era digital sangat membawa perkembangan pesat bagi kemajuan bidang pariwisata sehingga bidang pariwisata akan sangat bersaing memberikan keunggulan dan fasilitas terbaik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara
Di era digital dan media sosial ini, travelling dapat dijadikan ajang untuk memperlihatkan eksistensi diri. Terutama di Instagram dengan feeds yang diatur sedemikian rupa sehingga terlihat menarik.
Tetapi, tahukah kamu bahwa generasi millennials berkontribusi besar untuk pariwisata Indonesia?
Menurut Judi Rifajantoro, Staf Khusus Kementrian Pariwisata, millennials dan kebiasannya dalam bermedia sosial sangat membantu dalam pertumbuhan pariwisata RI.
“Disebutnya esteem economy. Orang yang ingin menunjukan eksistensinya. Itu kan seperti millenials begitu ya. Dengan selfie, dengan apa, nah itu kami sangat yakin kontribusi dari pertumbuhan pariwisata ini dipengaruhi oleh generasi milennials ini
Pada 2030, Asia akan menja di rumah bagi 57% penduduk usia 15- 38 atau yang populer dengan sebutan generasi Y atau generasi milenial. Di China, kaum milenialis akan mencapai 333 juta, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia 82 juta.
Meskipun saat ini banyak agen perjalanan yang bisa diakses melalui aplikasi di smartphone. Namun, para millennial traveler selalu mempercayakan rencana perjalanan ke teman mereka, selebihnya dari ulasan/ rekomendasi dari blog, website atau media sosial.
Banyak dari generasi millennial traveler memutuskan untuk SKSD (sok kenal sok dekat) dengan beberapa teman lama untuk menemukan penginapan terbaik dan termurah. Bahkan, setelah bertanya, kadang mereka mendapatkan tempat menginap gratis.
Para millenial traveler identik dengan segala hal yang nekat dan berani. Kebebasan berpendapat dan beraksi yang tercipta setelah terciptanya sistem demokrasi juga menyumbang sifat-sifat nekat para traveler yang lahir pasca tahun 80’an.
Dengan kenekatan ini, para traveler pun selalu melakukan berbagai cara untuk bisa mewujudkan impian jalan-jalan. Bahkan, beberapa traveler sengaja meninggalkan pekerjaan untuk bisa keliling Indonesia.
Terbiasa dengan dunia digital, membuat para millineal traveler menjadi generasi dengan minat baca yang rendah. Para millenial traveler akan lebih suka menikmati beberapa ulasan destinasi wisata atau hotel melalui video dan gambar. Selain lebih entertaining, hal ini membuat para generasi millenial traveler lebih percaya dan ingin datang ke sana.
Di era digital yang salah satunya didorong dari perkembangan teknologi dan layanan industri telekomunikasi yang semakin dinamis dan kompetitif, dipercaya akan turut mendukung para generasi milenial saat ini direpresentasikan dari kalangan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis dan akademisnya untuk bisa bersaing secara profesional dalam persaingan global.
Perkembangan dunia profesional kerja saat ini juga semakin menuntut setiap individu untuk mampu mengelaborasi teknologi, informasi dan skill menjadi senjata yang efektif dalam menghadapi kompetisi global yang semakin ketat. Untuk itu, peran dari institusi pendidikan seperti kampus juga sangat diharapkan untuk menghasilkan insan generasi terdepan yang dapat dihandalkan dan memiliki kredilitas yang terpercaya
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.